Rebranding adalah proses mengubah identitas visual, verbal, atau keduanya dari sebuah merek untuk menciptakan citra baru di mata konsumen dan pasar. Rebranding bisa dilakukan karena berbagai alasan, seperti untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tren, pasar, atau target audiens, untuk membedakan diri dari pesaing, untuk meningkatkan reputasi atau kesadaran merek, atau untuk mengatasi masalah atau krisis yang terjadi pada merek.
Rebranding bukanlah hal yang mudah dan murah. Rebranding membutuhkan riset, strategi, kreativitas, dan komunikasi yang baik untuk memastikan bahwa perubahan yang dilakukan sesuai dengan tujuan dan nilai merek, serta dapat diterima dan diapresiasi oleh konsumen dan stakeholder lainnya. Rebranding juga membutuhkan konsistensi dan kesinambungan dalam menerapkan identitas baru di semua titik kontak merek, mulai dari logo, warna, tipografi, slogan, website, media sosial, hingga produk dan layanan.
Rebranding brand desain adalah salah satu aspek dari rebranding yang berkaitan dengan perubahan identitas visual dari sebuah merek. Rebranding brand desain bisa meliputi perubahan jasa desain logo, warna, tipografi, bentuk, gambar, atau elemen visual lainnya yang digunakan untuk merepresentasikan merek. Rebranding brand desain bertujuan untuk menciptakan identitas visual yang lebih segar, relevan, unik, dan menarik bagi konsumen dan pasar.
Rebranding brand desain bisa dilakukan dengan berbagai cara, tergantung pada tingkat perubahan yang diinginkan. Ada beberapa jenis rebranding brand desain yang umum dilakukan oleh merek-merek di dunia, yaitu:
- Refresh: Refresh adalah jenis rebranding brand desain yang paling ringan dan paling sering dilakukan. Refresh hanya melibatkan perubahan kecil atau halus pada identitas visual merek tanpa mengubah esensi atau makna dari merek tersebut. Refresh biasanya dilakukan untuk membuat merek tetap terlihat modern dan up-to-date dengan perubahan zaman atau selera konsumen. Contoh refresh adalah perubahan logo Google dari 3D menjadi flat pada tahun 2015.
- Redesign: Redesign adalah jenis rebranding brand desain yang lebih signifikan dan berani daripada refresh. Redesign melibatkan perubahan besar atau radikal pada identitas visual merek yang bisa mengubah persepsi atau emosi konsumen terhadap merek tersebut. Redesign biasanya dilakukan untuk menunjukkan perubahan besar dalam visi, misi, nilai, atau posisi pasar dari sebuah merek. Contoh redesign adalah perubahan logo Airbnb dari A menjadi simbol Belo pada tahun 2014.
- Rename: Rename adalah jenis rebranding brand desain yang paling ekstrem dan jarang dilakukan. Rename melibatkan perubahan nama merek yang biasanya disertai dengan perubahan logo dan elemen visual lainnya. Rename biasanya dilakukan untuk menghapus asosiasi negatif atau membingungkan dari nama lama merek, atau untuk mencerminkan perubahan bisnis atau produk dari sebuah merek. Contoh rename adalah perubahan nama Yahoo! menjadi Altaba pada tahun 2017.
Rebranding brand desain adalah sebuah proses yang kompleks dan berisiko. Rebranding brand desain bisa memberikan dampak positif bagi sebuah merek jika dilakukan dengan tepat dan berhasil menciptakan identitas visual yang lebih kuat dan sesuai dengan tujuan dan nilai merek. Namun, rebranding brand desain juga bisa memberikan dampak negatif bagi sebuah merek jika dilakukan dengan salah dan gagal menarik hati konsumen atau bahkan menimbulkan kontroversi atau penolakan.
Oleh karena itu, rebranding brand desain harus dilakukan dengan hati-hati dan pertimbangan matang. Rebranding brand desain harus didasarkan pada riset mendalam tentang kondisi internal dan eksternal merek, kebutuhan dan harapan konsumen dan pasar, serta tren dan kompetisi yang ada. Rebranding brand desain juga harus didukung oleh strategi komunikasi yang efektif untuk menjelaskan alasan dan manfaat dari perubahan yang dilakukan, serta untuk mengedukasi dan mengajak konsumen untuk beradaptasi dengan identitas baru merek.
Rebranding brand desain adalah sebuah tantangan sekaligus peluang bagi sebuah merek untuk berkembang dan bersaing di era yang terus berubah. Rebranding brand desain bisa menjadi sebuah cara untuk menunjukkan inovasi, kreativitas, dan kepemimpinan dari sebuah merek, serta untuk membangun hubungan yang lebih dekat dan lebih kuat dengan konsumen dan pasar. Rebranding brand desain bisa menjadi sebuah langkah awal untuk menciptakan merek yang lebih berkesan dan berharga di mata dunia.
Beberapa contoh brand yang berhasil melakukan rebranding dan mendapatkan dampak positif adalah:
- Burberry: Merek fesyen asal Inggris ini pernah mengalami penurunan citra dan penjualan karena dikaitkan dengan budaya hooligan dan gangster. Untuk mengubah persepsi negatif tersebut, Burberry melakukan rebranding dengan mengganti CEO, mendesain ulang logo dan motif kotak-kotak khasnya, menggaet model dan selebriti ternama, serta memperluas pasar ke Asia. Hasilnya, Burberry berhasil meningkatkan omzet, reputasi, dan loyalitas konsumen.
- McDonald's: Merek makanan cepat saji asal Amerika ini pernah menghadapi kritik dan boikot karena dianggap sebagai penyebab obesitas dan penyakit jantung. Untuk mengubah citra negatif tersebut, McDonald's melakukan rebranding dengan menambahkan menu sehat, menggunakan warna hijau sebagai simbol kesegaran, serta menampilkan iklan yang menekankan kehidupan keluarga muda yang sehat. Hasilnya, McDonald's berhasil meningkatkan penjualan, kesadaran merek, dan citra positif.
- Apple: Merek teknologi asal Amerika ini pernah mengalami krisis finansial dan persaingan ketat dengan Microsoft pada akhir tahun 1990-an. Untuk mengubah situasi tersebut, Apple melakukan rebranding dengan mengembalikan Steve Jobs sebagai CEO, meluncurkan produk-produk inovatif seperti iMac, iPod, iPhone, dan iPad, serta menggunakan slogan "Think Different" sebagai identitas merek. Hasilnya, Apple berhasil menjadi salah satu merek paling berharga dan populer di dunia.
- Harley-Davidson: Merek sepeda motor asal Amerika ini pernah mengalami penurunan pangsa pasar dan ancaman bangkrut pada tahun 1980-an. Untuk mengubah kondisi tersebut, Harley-Davidson melakukan rebranding dengan memperbaiki kualitas produk, membangun komunitas penggemar sepeda motor, serta menggunakan strategi pemasaran emosional yang menonjolkan gaya hidup dan kebebasan pengendara. Hasilnya, Harley-Davidson berhasil menjadi salah satu merek sepeda motor paling ikonik dan loyal di dunia.
- Walmart: Merek ritel asal Amerika ini pernah menghadapi tantangan dari pesaing seperti Target dan Amazon yang menawarkan harga lebih murah dan layanan lebih baik. Untuk mengubah situasi tersebut, Walmart melakukan rebranding dengan mengganti logo menjadi lebih sederhana dan modern, menambahkan slogan "Save Money. Live Better." sebagai nilai merek, serta meningkatkan kualitas produk dan layanan. Hasilnya, Walmart berhasil mempertahankan posisinya sebagai merek ritel terbesar di dunia.