Desain grafis adalah bidang yang selalu berkembang dan berubah seiring dengan perkembangan teknologi, budaya, dan kebutuhan masyarakat. Setiap tahun, ada trend desain, gaya, dan warna yang muncul dan menginspirasi para desainer grafis untuk menciptakan karya-karya yang menarik, inovatif, dan relevan.
Berikut adalah beberapa trend desain, gaya, dan warna yang diprediksi akan populer di tahun 2024:
- Minimal Vintage. Gaya desain minimalis yang mengutamakan kesederhanaan, kejelasan, dan fungsi akan terus diminati di tahun 2024. Namun, gaya ini akan dikombinasikan dengan unsur-unsur vintage atau retro yang memberikan nuansa nostalgia, klasik, dan elegan. Beberapa cara untuk menerapkan trend ini adalah dengan menggunakan warna-warna pastel, tipografi bergaya abad pertengahan atau awal abad ke-20, ilustrasi sederhana, dan ornamen-ornamen halus.
- Desain 3D. Desain 3D adalah desain yang menggunakan teknik pemodelan tiga dimensi untuk menciptakan objek-objek yang tampak nyata dan hidup. Desain 3D mampu memberikan kesan mendalam, dinamis, dan imersif bagi pengamatnya. Ada berbagai tools untuk membuat model desain 3D, mulai dari Blender, 3D Transform, Autodesk Maya, ZBrush, dan lain-lain. Desain 3D dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti logo, poster, animasi, web, game, dan lain-lain.
- Flared Fonts. Flared fonts adalah jenis huruf yang memiliki ujung-ujung yang melebar atau melengkung. Flared fonts memberikan kesan futuristik, modern, dan stylish. Flared fonts juga cocok digunakan untuk menonjolkan kata-kata penting atau judul-judul. Beberapa contoh flared fonts yang populer adalah ITC Avant Garde Gothic, Futura Flare, Ailerons, dan lain-lain.
- Metaverse. Metaverse adalah istilah yang mengacu pada dunia virtual yang terhubung dengan dunia nyata melalui internet. Metaverse menjadi salah satu trend desain grafis di tahun 2024 karena semakin banyak orang yang tertarik untuk menjelajahi dan berinteraksi di dunia virtual ini. Desainer grafis ditantang untuk menciptakan desain-desain yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan metaverse yang beragam dan dinamis. Beberapa contoh platform metaverse yang populer adalah Roblox, Fortnite, Decentraland, dan lain-lain.
- Acid Graphics. Acid graphics adalah gaya desain grafis yang menggunakan warna-warna neon yang mencolok dan kontras. Acid graphics memberikan kesan energik, berani, dan radikal. Acid graphics juga cocok digunakan untuk mengekspresikan sikap anti-mainstream atau anti-establishment. Beberapa contoh acid graphics yang terkenal adalah karya-karya dari Studio Temp dan David Rudnick.
- Experimental Escapism. Experimental escapism adalah gaya desain grafis yang menggunakan teknik-teknik eksperimental untuk menciptakan karya-karya yang tidak realistis atau tidak masuk akal. Experimental escapism merupakan bentuk pelarian dari kenyataan yang penuh dengan ketidakpastian dan ketegangan. Experimental escapism juga merupakan bentuk eksplorasi kreativitas tanpa batas. Beberapa contoh experimental escapism yang menarik adalah karya-karya dari Romain Trystram dan James Owen.
- Complex Composition. Complex compositions adalah gaya desain grafis yang menggunakan komposisi-komposisi yang kompleks dan detail. Complex compositions memberikan kesan kaya, menarik, dan informatif. Complex compositions juga cocok digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan yang rumit atau banyak. Beberapa contoh complex compositions yang inspiratif adalah karya-karya dari Studio Feixen dan Studio Dumbar.
- Abstract Gradient. Abstract gradient adalah gaya desain grafis yang menggunakan gradasi warna yang abstrak dan halus. Abstract gradient memberikan kesan elegan, modern, dan harmonis. Abstract gradient juga cocok digunakan untuk menciptakan suasana atau mood tertentu. Beberapa contoh abstract gradient yang indah adalah karya-karya dari Studio Muti dan Leta Sobierajski.
Untuk menerapkan trend desain yang telah saya sebutkan, Anda bisa mengikuti beberapa tips berikut:
- Minimal Vintage. Untuk menerapkan gaya desain ini, Anda bisa menggunakan warna-warna pastel yang lembut dan elegan, seperti krem, mint, lavender, dan lain-lain. Anda juga bisa menggunakan tipografi bergaya abad pertengahan atau awal abad ke-20, seperti Garamond, Baskerville, Bodoni, dan lain-lain. Anda juga bisa menambahkan ilustrasi sederhana atau ornamen-ornamen halus yang mengingatkan pada masa lalu.
- Desain 3D. Untuk menerapkan desain 3D, Anda perlu menggunakan tools yang sesuai dengan kebutuhan dan keterampilan Anda. Anda bisa menggunakan Blender, 3D Transform, Autodesk Maya, ZBrush, atau lain-lain. Anda juga perlu memperhatikan aspek-aspek seperti pencahayaan, bayangan, tekstur, warna, dan perspektif untuk membuat desain 3D yang realistis dan menarik.
- Flared Fonts. Untuk menerapkan flared fonts, Anda bisa mencari jenis huruf yang memiliki ujung-ujung yang melebar atau melengkung. Anda bisa menggunakan ITC Avant Garde Gothic, Futura Flare, Ailerons, atau lain-lain. Anda juga bisa mengkombinasikan flared fonts dengan warna-warna cerah atau gradasi untuk memberikan kesan futuristik dan modern.
- Metaverse. Untuk menerapkan metaverse, Anda perlu menyesuaikan desain Anda dengan lingkungan virtual yang ingin Anda tuju. Anda bisa menggunakan platform metaverse yang sudah ada, seperti Roblox, Fortnite, Decentraland, atau lain-lain. Atau Anda bisa membuat metaverse Anda sendiri dengan menggunakan tools seperti Unreal Engine, Unity, WebXR, atau lain-lain. Anda juga perlu memperhatikan aspek-aspek seperti interaktivitas, imersivitas, dan kreativitas dalam desain metaverse Anda.
- Acid Graphics. Untuk menerapkan acid graphics, Anda bisa menggunakan warna-warna neon yang mencolok dan kontras, seperti pink, hijau, biru, atau ungu. Anda juga bisa menggunakan bentuk-bentuk geometri yang sederhana atau kompleks untuk menciptakan komposisi yang dinamis dan radikal. Anda juga bisa menggunakan tipografi eksperimental atau distorsi untuk mengekspresikan sikap anti-mainstream atau anti-establishment.
- Experimental Escapism. Untuk menerapkan experimental escapism, Anda bisa menggunakan teknik-teknik eksperimental untuk menciptakan karya-karya yang tidak realistis atau tidak masuk akal. Anda bisa menggunakan fotomontase, kolase, glitch art, pixel art, atau lain-lain. Anda juga bisa menggunakan warna-warna yang tidak biasa atau tidak harmonis untuk menciptakan suasana atau mood tertentu.
- Complex Compositions. Untuk menerapkan complex compositions, Anda bisa menggunakan komposisi-komposisi yang kompleks dan detail untuk menyampaikan pesan-pesan yang rumit atau banyak. Anda bisa menggunakan grid layout, layering, overlapping, framing, atau lain-lain. Anda juga bisa menggunakan warna-warna yang kaya dan menarik untuk membedakan elemen-elemen dalam komposisi.
- Abstract Gradient. Untuk menerapkan abstract gradient, Anda bisa menggunakan gradasi warna yang abstrak dan halus untuk menciptakan karya-karya yang elegan, modern, dan harmonis. Anda bisa menggunakan warna-warna monokromatik atau analogus untuk menciptakan gradasi yang lembut dan natural. Atau Anda bisa menggunakan warna-warna komplementer atau triadik untuk menciptakan gradasi yang kontras dan dramatis.