Proses Creative Brainstorming

Uniqxy Design
Proses creative brainstorming

Creative brainstorming adalah proses yang dilakukan untuk mencari solusi atau mencapai target tertentu dengan menghimpun semua ide yang disumbangkan oleh para peserta secara spontan dan kreatif. Tujuan dari creative brainstorming adalah menghasilkan gagasan maupun ide-ide baru tanpa mengkritik pemikiran apapun, serta mendorong kemampuan berpikir, berdiskusi, dan berkreasi dari masing-masing anggota.

Cara melakukan creative brainstorming dengan efektif antara lain:

  • Tentukan tujuan dan masalah yang ingin diselesaikan.
  • Batasi durasi sesi brainstorming sesuai dengan kerumitan masalah.
  • Tahan diri dari penilaian atau kritik selama sesi brainstorming berlangsung.
  • Izinkan buka percakapan dan hormati ide yang muncul di forum.
  • Bangun visual diagram atau mind map untuk memetakan hubungan antara ide-ide.
  • Dorong munculnya ide-ide aneh atau out of the box yang sesuai dengan topik.

Ada beberapa jenis brainstorming yang dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan situasi Anda. Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Mind Mapping: menggunakan gambar dari segala jenis elemen grafis untuk mengekspresikan ide dan memetakan hubungan antara ide-ide.
  • Brainwriting: proses meminta setiap anggota kelompok menuliskan ide dan masukan mereka, lalu meminta mereka menyerahkan ide itu secara anonim atau berbagi dengan tim lainnya.
  • Analisis SWOT: menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari suatu situasi atau organisasi.
  • Role Storming: mengambil jalan pikiran dan sudut pandang orang lain seperti pelanggan, kompetitor, atau tokoh terkenal.
  • Step Ladder Brainstorming: memulai dengan dua orang yang berdiskusi, lalu menambahkan satu orang setiap kali hingga semua anggota terlibat.
  • Design Charrette: mengumpulkan sekelompok orang yang berbeda latar belakang dan keahlian untuk berkolaborasi dalam merancang solusi untuk suatu masalah.
  • Individual Brainstorming: jenis brainstorming yang dilakukan sendiri tanpa gangguan atau kritik dari orang lain.
  • Group Brainstorming: jenis brainstorming yang melibatkan kreativitas dan pengalaman anggota kelompok.

Ada beberapa contoh perusahaan yang menggunakan creative brainstorming untuk mencari solusi atau menghasilkan ide baru :

  • Apple: Apple terkenal dengan inovasinya, dan salah satu cara mereka mencapai ini adalah dengan menggunakan sesi brainstorming untuk menghasilkan ide baru. Mereka menggunakan teknik seperti mind mapping, brainwriting, dan design charrette untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan.
  • Toyota: Toyota menggunakan teknik yang disebut "the five whys" untuk mengidentifikasi akar penyebab dari suatu masalah. Mereka bertanya "mengapa" secara berulang-ulang sampai mereka menemukan faktor utama yang menyebabkan masalah tersebut. Kemudian mereka mencari solusi yang sesuai dengan faktor tersebut.
  • Google: Google menggunakan teknik brainstorming yang disebut "design thinking," yang melibatkan membuat prototipe dan mengujinya untuk melihat bagaimana mereka bekerja. Mereka juga menggunakan metode seperti role storming, step ladder brainstorming, dan analisis SWOT untuk mendapatkan perspektif yang berbeda dan meningkatkan kualitas ide mereka.
  • Sekawan Studio: Sekawan Studio adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang desain grafis, web development, dan digital marketing. Mereka menggunakan brainstorming untuk menemukan ide kreatif untuk proyek-proyek klien mereka. Mereka menggunakan metode seperti mind mapping, brainwriting, dan individual brainstorming untuk mengumpulkan ide sebanyak mungkin. Kemudian mereka mereview ide-ide tersebut dan memilih yang paling menarik dan sesuai dengan kebutuhan klien.
  • Universitas Prasetiya Mulya: Universitas Prasetiya Mulya adalah sebuah universitas swasta yang fokus pada bidang bisnis dan kewirausahaan. Mereka menggunakan brainstorming untuk menggembleng mahasiswa mereka agar terampil berbisnis. Mereka menggunakan metode seperti mind mapping, role storming, dan design charrette untuk membantu mahasiswa menemukan peluang bisnis, membuat rencana bisnis, dan membuat prototipe produk atau jasa.

Jenis brainstorming yang cocok untuk individu adalah jenis brainstorming yang dapat dilakukan tanpa bantuan atau gangguan dari orang lain. Jenis brainstorming ini biasanya melibatkan teknik-teknik seperti:

  • Menulis bebas: menuliskan apa pun yang terlintas di pikiran tanpa memperhatikan tata bahasa, ejaan, atau logika. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan ide-ide yang tersembunyi di alam bawah sadar.
  • Berbicara bebas: berbicara sendiri atau merekam suara sendiri tentang topik atau masalah yang ingin diselesaikan. Tujuannya adalah untuk mendengar perspektif sendiri dan menemukan ide-ide baru.
  • Asosiasi kata: menuliskan atau mengucapkan kata-kata yang terkait dengan topik atau masalah yang ingin diselesaikan. Tujuannya adalah untuk menstimulasi otak untuk membuat koneksi dan asosiasi yang tidak biasa.
  • Menggambar peta pikiran: membuat diagram visual yang menunjukkan hubungan antara ide-ide. Tujuannya adalah untuk mengatur dan mengelompokkan ide-ide secara sistematis dan kreatif.